Surabaya, 27 Agustus 2022 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah Surabaya (UHT) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Kerja Forum Dekan (FORDEK) FISIP/FIA Perguruan Tinggi Swasta Se-Jawa Timur dengan agenda tema Sosialisasi Penyesuaian PO Jabatan Fungsional.
Kegiatan FORDEK tersebut di sambut Ramah dan ucapan terimakasih karena telah antusias mengikuti kegiatan tersebut oleh Dekan FISIP Dr. Edi Suhardono, S.E., M.AP dengan di hadiri oleh kurang lebih 20 PTS Se-jatim. Kemudian acara di lanjut dengan sambutan dari Ketua FORDEK Se-Jatim Dr. Rupiarsieh, M.Si dengan menegaskan bahwa tujuan utama dari forum saat ini adalah untuk saling bertukar pikiran serta pendapat sehingga mendapat hal yang positif untuk menunjang jabatan fungsional tiap dosen.
Belanjut ke acara utama yaitu Sosialisasi Penyesuaian PO Jabatan Fungsional yang di Narasumberi oleh Prof. Dr. Sukesi, M.M sebagai narasumber pertama dan Dr. Sri Juni Woro A, M.Com Selaku Narasumber Kedua
Acara Terakhir yaitu sesi tanya jawab dan penandatanganan PKS dari masing-masing PTS
SURABAYA. Dinyatakan Lulus dan di lakukan pengukuhan terhadap 37 orang calon Sarjana (S1) administrasi Publik, dan 18 orang calon Sarjana (S1) Administrasi Bisnis, serta 12 orang calon Strata dua (S2) Magister Administrasi Publik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah oleh Dekan FISIP, Dr. Edi Suhardono, S.E., M.AP., CIQnR di sebuah acara resmi Yudisium FISIP Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 secara Offline di Gedung P. Selaru
Ke 67 orang calon sarjana S1 dan S2 tersebut di atas adalah terdiri 3 prodi kelulusan dari Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Administrasi Bisnis Serta Magister Administrasi Publik
Secara simbolis Dekan FISIP melepaskan Jas Almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda telah berakhirnya masa pembelajaran menempuh studi S1 dan S2 di FISIP
Dalam kesempatan yang sama pula Dekan berkenan memberikan Reward hadiah kepada mahasiswa berprestasi di bidang akademik dari masing masing prodi.
Adapun nama nama perwakilan mahasiswa terbaik di bidang akademik dan Non Akademik dari perwakilan prodi adalah sbb:
Nabila Septia Rosa (20180510017) dengan IPK 3,92 (Prodi Administrasi Publik)
Yuliana Devi (20180520044) dengan IPK 3,89 (Prodi Administrasi Bisnis)
Tantahara (20200530019) dengan IPK 3,89 (Prodi Magister Administrasi Publik)
Saiman Gea (20180510054) Lulusan dengan Kredit Point Tertinggi 684 (Prodi Administrasi Publik)
Surabaya – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama dengan Universitas Hang Tuah Surabaya tempuh diskusi sebagai upaya penjajakan kerja sama kedua pihak, Jumat (24/06). Kegiatan diskusi dilakukan oleh Tim Peneliti Bidang Pertahanan dan Keamanan, Direktorat Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan dengan para akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diskusi ini bertujuan untuk melengkapi data penelitian mengenai Strategi Pertahanan Indonesia 25 Tahun ke Depan, terkait Evaluasi Minimum Essential Force/MEF.
Dalam diskusi, Koordinator Fungsi Hankam BRIN, Gerald Theodorus L. Toruan menjelaskan terkait tujuan, batasan, dan ruang lingkup yang menjadi topik bahasan. “Pentingnya diskusi kali ini untuk mendengar pendapat Bapak/Ibu dari sisi akademisi, yang tentu juga berperan penting dalam melengkapi data penelitian,” jelas Gerald.
Dekan FISIP Universitas Hang Tuah, Edi Suhardono, menyambut baik kedatangan tim peneliti BRIN. Ia berharap, agar diskusi ini tidak hanya sekadar menggali data, tapi juga memberikan tindak lanjut kerja sama dalam bidang penelitian. “Sebagai negara maritim dan bentuk dukungan untuk Indonesia Maju tahun 2045, sudah saatnya cara pandang kita harus bergeser ke wilayah maritim,” ungkapnya. Sebab, menurutnya, MEF adalah suatu kebijakan untuk membangun pertahanan negara ke depan. Ini adalah roadmap yang relevan dan wajib dipertahankan demi membangun kekuatan untuk mencapai tujuan,” imbuhnya.
Menanggapi topik pembahasan tersebut, Guru Besar FISIP UHT, Mas Roro Lilik Ekowanti, menekankan pentingnya mempertahankan kebijakan MEF karena ancaman yang sifatnya sudah ada di depan mata. Menurutnya, suatu kebijakan yang baik adalah kebijakan yang predictable. Hal itu mampu meramalkan yang akan terjadi dan mengantisipasi ancaman ke depannya. “Kami sangat berharap BRIN mampu dengan tegas memfasilitasi,” harap Lilik. Guru besar FISIP tersebut juga berharap MEF bisa menjadi prioritas yang patut dikawal di atas kepentingan lainnya.
Analisis kebijakan menjadi poin penting dalam perkembangan kemampuan pertahanan. Dari sisi akademisi, dikaji enam parameter utama. Hal tersebut antara lain logistik, efektivitas, kelembagaan, legitimasi, dan efisiensi/ anggaran. Keenamnya harus mampu saling bersinergi untuk menciptakan sistem pertahanan yang mumpuni. Diskusi tersebut sekaligus menjadi kunjungan penutup dalam upaya pengumpulan data penelitian bidang pertahanan dan keamanan di Surabaya. Data-data ini nantinya akan disusun menjadi suatu naskah kebijakan yang akan diberikan kepada Bappenas dan Kementerian Pertahanan, sebagai referensi dan dasar penentuan kebijakan
Jatim Newsroom – UMKM Kerupuk Ikan di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu usaha andalan bagi masyarakatnya. Kondisi ini disebabkan mata pencaharian utama warga Kalanganyar adalah nelayan baik yang melaut ataupun budidaya. Sebagian ikan diproses menjadi kerupuk, mulai dari kulit, daging maupun durinya dan selama ini UMKM Kerupuk ikan tidak bingung untuk mencari bahan soalnya dihasilkan oleh mereka sendiri.
Jumlah UMKM kerupuk ikan cukup banyak, lebih dari 15 dan berkontribusi pada ekonomi keluarga. Hanya saja pendapatan UMKM belum optimal dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, sandang dan keperluan sekolah anak.
Dewi Casmiati Ketua tim pengabdian masyarakat Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya mengatakan, setelah ditelisik lebih jauh, rendahnya pendapatan dari UMKM adalah pemasaran yang masih terbatas di lingkungan mereka sendiri dan belum dipasarkan secara masif keluar wilayah Kalanganyar.
“Dampaknya produksinyapun terbatas, kadang mengandalkan pesanan dan situasi ini membuat produk UMKM kerupuk ikan Kalanganyar kalah dengan produk serupa di daerah lain, seperti Surabaya,” ungkap Dewi Casmiati, Jumat (17/6/2022).
Melihat fenomena ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UHT melalui Prodi Administrasi Bisnis dan Administrasi Publik memberikan solusi melalui pelatihan dan pendampingan online marketing.
Pertama-tama, sejumlah UMKM Kerupuk Ikan ditanya kendala dalam hal pemasaran, kemudian dikumpulkan di Balai Desa dan dilatih menggunakan aplikasi instagram untuk bisnis. Bagi yang sudah memiliki aplikasi instragram di HP masing-masing, mereka diajari merubah status personal ke bisnis kemudian mengganti nama sesuai nama usahanya dan memasukkan gambar.
“Namun bagi mereka yang belum memiliki aplikasi instragram, pendamping yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini, membantu download aplikasi sekaligus bagaimana memanfaatkannya,” terang Dewi Casmiati.
Sementara itu anggota tim pengabdian masyarakat UHT Surabaya lainnya, Luna Riana Lubis mengatakan, tujuan pelatihan marketing on-line ini untuk memastikan penggunaan instagram bisnis yang sudah dibuatnya secara berkelanjutan. Bagaimana cara ngecek konsumen yang melihat postingan di instagram, lalu juga bagaimana merespon konsumen, sehingga diharapkan selepas mengikuti pelatihan ini, UMKM bisa mendapat pangsa pasar yang lebih luas.
Guna memastikan program tersebut berkelanjutan, para pendamping dari UHT yang digawangi Dewi Casmiwati dan Luna Riana Lubis dari Prodi Adm. Publik serta Rini Fatmawati, dan Sri Hartati Setyowarni dari Adm. Bisnis juga membuat Grup UMKM untuk komunikasi dan memantau keaktifan mereka dalam memakai instagram dengan saling follow instagram. Disamping itu, Pendamping juga berkunjung paling tidak sebulan sekali.
“Harapan ke depan, pelatihan dan pendampingan UMKM Kerupuk Ikan bisa memperluas pemasaran kerupuk ikan dan kemudian berimbas pada peningkatan pendapatan mereka,” pungkas Luna. (non)
Sidoarjo, beritalima.com | Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Hang Tuah mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa untuk mengoptimalisasi pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi SIPRAJA dan PLAVON. Sasaran dari kegiatan kali ini adalah kalangan Gen-Z yang mewakili 23 RT yang ada di Desa Kalanganyar, khususnya anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna KOMPAK.
Kepala Desa Kalanganyar – Irham Taufik menyatakan komitmennya untuk menjadikan Desa Kalanganyar sebagai Desa Digital dan menyambut dengan antusias Kepala Program Studi Administrasi Publik – M. Husni Tamrin, SAP., MKP bersama tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang mengadakan kegiatan di Balai Desa Kalanganyar. Dr. Dra. Sri Umiyati, M.Si – dosen FISIP Universitas Hang Tuah selaku narasumber menekankan pentingnya pelayanan publik di era digital sebagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjawab tantangan dan peluang perubahan sistem informasi yang bertujuan untuk efisiensi, transparansi, akuntabilitas, kemudahan mendapatkan pelayanan dan ketepatan dan kecepatan pelayanan untuk kepuasan masyarakat desa. Dengan kata lain, penggunaan teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pelayanan publik dapat meningkatkan penyediaan informasi bagi masyarakat selama 24 jam, meningkatkan transparansi proses dan mengurangi korupsi (suap, pungli, dll) serta meningkatkan akuntabilitas dan kepuasan masyarakat.
Titin Khuriodatul Ma’muroh Ka.Sie pelayanan publik di Kantor Desa Kalanganyar yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian masyarakat menuturkan bahwa Pemerintah Desa Kalanganyar telah mengadakan sosialisasi tentang SIPRAJA dan PLAVON untuk perangkat desa dan seluruh RT/RW, dan masih banyak masyarakat desa yang masih belum mengetahui program atau aplikasi pelayanan kependudukan sehingga belum semua memiliki akun dan memanfaatkan pelayanan digital ini. Dengan melibatkan kaum pemuda Karang Taruna sebagai kelompok sasaran untuk mengoptimalisasi penggunaan aplikasi SIPRAJA dan PLAVON diharapkan dapat membantu warga disekitarnya yang masih kesulitan dalam mengakses aplikasi ini dan mendampingi dalam proses penggunaan aplikasi untuk warga yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mendukung kebijakan Pemerintah Sidoarjo telah mengeluarkan program pelayanan kependudukan melalui SIPRAJA 2.0 melalui SK No.130/4522/438.1.12/2020. Aplikasi ini terbagi atas 4 tipe pelayanan yang mencakup 24 macam pelayanan publik yang cukup mudah dan diakses melalui android atau mengunjui web link resmi dengan terlebih dahulu membuat email yang didaftarkan ke laman SIPRAJA. Jenis pelayanan dalam SIPRAJA antara lain Keterangan Kelahiran Surat Surat Keterangan Kematian, SKTM DESA, Surat Keterangan Biodata Penduduk, Surat Keterangan Umum Desa, Layanan Administrasi Pernikahan Online, Surat keterangan Domisili Tinggal, Surat Keterangan Domisili Usaha Warga Sidoarjo, Surat Keterangan Domisili Usaha Warga Luar Sidoarjo, dll.
Sedangkan aplikasi PLAVON DUKCAPIL adalah Pengajuan Layanan Via Online Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil berbasis web yang dapat diakses melalui alamat www.plavon.sidoarjokab.go.id. Ada 8 macam bentuk pelayanan yang disediakan yaitu KTP, KIA, Kartu Keluarga (tambah biodata KK, pecah KK), Mutasi Penduduk (SKPWNI dan SKDWNI), Akta kelahiran, Akta kematian, Akta perkawinan dan Akta perceraian, yang memudahkan bagi warga Sidoarjo untuk mengakses berkas secara online. Pada akhirnya masyarakat Desa Kalanganyar diharapkan menjadi warga yang mandiri dalam bidang administrasi kependudukan.
Acara yang juga dihadiri oleh semua perangkat desa dan pengurus PKK tersebut juga menjadi wadah yang sinergi antara pemerintah desa, masyarakat desa dan kalangan akademisi (Triple Helix) dalam mengembangkan kapasitas desa digital. Acara yang dipandu oleh Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si – dosen Administrasi Publik FISIP UHT tersebut berjalan dengan lancar dalam suasana santai untuk sekaligus menggali permasalahan dan kendala yang terjadi dalam menggunakan aplikasi tersebut. Kolaborasi Triple Helix tersebut diharapkan terus terjalin dalam jangka waktu 5 tahun ke depan sampai dengan terwujudnya Desa Kalanganyar sebagai Desa Digital seiring dengan masa berlakukanya Perjanjian Kerjasama antara Kepala Desa Kalanganyar dengan Dekan FISIP Universitas Hang Tuah.